Jakarta, 31 Januari 2017 – Sebagai bagian dari komunitas ASEAN, Indonesia dituntut siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), salah satunya melalui upaya penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sejalan dengan hal tersebut, Citi Indonesia melalui payung program sosialnya Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama dengan mitra pelaksana Mercy Corps Indonesia kembali menyelenggarakan Citi Microentrepreneurship Awards (CMA) untuk yang ke-12 kalinya. Melalui program ini, Citi Indonesia menjaring dan memberikan penghargaan bagi 8 (delapan) wirausaha mikro terbaik serta akan memberikan 1 (satu) penghargaan apresiasi bagi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) terbaik yang memberikan layanan fasilitas keuangan dan program pendampingan di Indonesia.

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia mengatakan, “Misi dari Citi adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung pertumbuhan bagi nasabah kami, termasuk kepada masyarakat dimana kami beroperasi. Melalui kompetisi Citi Microentrepreneurship Awards yang ditujukan bagi pengusaha mikro berprestasi Indonesia, program unggulan Citi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewirausahaan mikro dan microfinance dalam mendorong peningkatan inklusi keuangan dan penguatan ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.”

Citi Microentrepreneurship Awards diluncurkan pada tahun 2005 sebagai salah satu program unggulan Citi yang didanai oleh Citi Foundation yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat dan telah dilaksanakan untuk ke-12 kalinya di lebih dari 30 negara termasuk Indonesia. Secara global hingga kini, Citi telah melakukan investasi  senilai lebih dari USD18,2 juta bagi perkembangan jaringan institusi microfinance. Melalui program ini, sebesar USD9 juta telah diberikan kepada lebih dari 6,000 (enam ribu) pengusaha mikro berpenghasilan rendah di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Elvera N. Makki, Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia menyatakan, “Melalui program sosial kemasyarakatan Citi Peka (Peduli dan Berkarya), Citi memiliki komitmen untuk mendukung pengusaha mikro berpenghasilan rendah dan memberikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi sebagai upaya peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Hal ini sesuai dengan fokus pilar program kami, yaitu inklusi keuangan, yang sejalan dengan program yang dicanangkan pemerintah serta Otoritas Jasa Keuangan, yaitu Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SKNI).”

Lebih lanjut Vera menjelaskan, “Penghargaan diberikan bagi pengusaha mikro yang berupaya menyediakan kesejahteraan ekonomi berkesinambungan bagi keluarga dan komunitas sekitarnya. Dalam kompetisi ini, kami pun memberikan penghargaan bagi institusi microfinance yang telah menciptakan atau mengimplementasikan produk keuangan inovatif serta memberikan edukasi finansial yang terintegrasi dengan produk keuangan yang ditawarkan. ”

Dalam kurung waktu 12 tahun hingga kini, Citi Microentrepreneurship Awards di Indonesia telah menjaring lebih dari 5,000 pelaku usaha mikro dan memberikan penghargaan kepada lebih dari 100 pengusaha mikro berpenghasilan rendah melalui dana hibah untuk program ini senilai USD 1,105,000.

Data dari Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa pelaku usaha mikro memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi di Indonesia, dapat dilihat dari jumlahnya yang terus mengalami peningkatan. Disebutkan bahwa pada tahun 2013, terdapat 2.887.015 usaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia, jumlah tersebut terus meningkat dimana pada tahun 2015 mencapai angka 3.385.851 unit usaha mikro atau naik sekitar 17.3%.[1]

“Pengusaha mikro memiliki potensi untuk dapat memajukan lingkungan sekitarnya serta memberikan kontribusi bagi perekonomian bangsa. Melalui Citi Microentrepreneurship Awards (CMA), mereka dapat menjadi contoh bagi pengusaha mikro lainnya akan potensi dan peluang yang dapat mereka raih. Selain itu, melalui ajang ini mereka berkesempatan untuk memperoleh pembekalan, bimbingan, serta memperluas jejaring guna mengembangkan usaha mereka kedepannya,” ungkap Andi Ikhwan, Program Director Agriculture and Financial Services Mercy Corps Indonesia.

Pendaftaran untuk mengikuti kompetisi berkelas dunia Citi Microentrepreneurship Awards telah dibuka hingga 14 Februari 2017. Hingga kini telah lebih dari 400 pendaftar dan kesempatan masih dibuka bagi individu pengusaha mikro berpenghasilan rendah. Para pendaftar kemudian akan diseleksi menjadi 50 semifinalis hingga kemudian terpilih 20 pengusaha mikro terbaik yang berhak menjadi finalis dan berpeluang menerima 8 penghargaan wirausaha mikro terbaik.

Penghargaan CMA 2017 diberikan kepada para pemenang yang terbagi ke dalam 5 (lima) kategori, yaitu (1) Green Microentrepreneur, (2) Agriculture Microentrepreneur, (3) Service Microentrepreneur, (4) Fishery Microentrepreneur, (5) dan Creative Microentrepreneur. Selain itu terdapat pula 3 (tiga) penghargaan khusus yang akan diberikan, yaitu (1) Young Microentrepreneur, (2) Microentrepreneur of the Year, dan (3) Best Woman Microentrepreneur. Proses penjurian CMA  dilakukan oleh dewan juri dari berbagai latar belakang, yaitu dari kalangan akademisi, perbankan, media, pengusaha, serta pemerintah.

Adapun syarat untuk mengikuti kompetisi CMA ini adalah (1) pengusaha mikro yang merupakan nasabah atau anggota sebuah LKM; (2) merupakan Warga Negara Indonesia dan telah berusia diatas 18 tahun; (3) telah menjalankan usahanya minimal selama 2 tahun; (4) usaha yang didaftarkan merupakan sumber pemasukan utama; (5) nilai aset usaha maksimal Rp 50 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan); (6) serta total penjualan atau omzet tahunan usaha tersebut maksimal Rp 300 juta, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008  tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Formulir pendaftaran dapat diunduh melalui akun sosial media Twitter dan Instagram @CMA_Indonesia dan Facebook CMA.id. Formulir dapat dikirimkan melalui email: citipeka.indonesia@citi.com dan infocma2016@id.mercycorps.org

“Kami harap melalui program Citi Microentrepreneurship Awards para pengusaha mikro dapat meningkatkan pengalaman serta kemampuan usaha yang mumpuni, dan memberikan inspirasi bagi lebih banyak pengusaha lainnya untuk  memiliki kekuatan ekonomi yang lebih baik, tentunya berawal dari pendidikan dasar wirausaha yang kuat terlebih dahulu. Lebih luas, kami harapkan gerakan Citi Peka dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia serta mampu memberikan dampak yang berarti bagi kehidupan dan perekonomian Indonesia.” tutup Batara.


[1] Data Jumlah Perusahaan Industri Mikro dan Kecil Menurut Provinsi, 2013-2015, Badan Pusat Statistik, 3 Maret 2016

https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1004