Jakarta, 8 Februari 2017 – Citi Indonesia melalui payung kegiatan kemasyarakatannya, Citi Peka (Peduli dan BerKarya), bersama dengan mitra pelaksana Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali mendukung program ‘Youth Entrepreneur Initiative’ (YEI) untuk ketiga kalinya. Ajang kompetisi kewirausahaan dan pembinaan di bidang keuangan ini, menyasar pada siswa setingkat SMA/SMK di Indonesia (usia 15-17 tahun), dimana perwakilan masing-masing sekolah didorong untuk membentuk perusahaan dan memasarkan produk yang mereka hasilkan.

Citi Indonesia menaruh perhatian besar pada pemberdayaan generasi muda Indonesia, khususnya dalam memberikan kesempatan ekonomi yang lebih baik, salah satunya melalui kewirausahaan dan edukasi finansial. Komitmen ini ditunjukkan melalui dukungan berkelanjutan yang diberikan kepada program ‘Youth Entrepreneur Initiative’, bersama mitra pelaksana Prestasi Junior Indonesia. Tampak pada gambar (kedua dari kiri) Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia, Elvera N. Makki, bersama Management Advisor Prestasi Junior Indonesia, Rob Gardiner, Chief Executive Officer Wardour And Oxford, Wempy Dyocta Koto, serta Vice President of Public Relation, Great Golden Ganesha Student Company, Carmelia Gaby Talia di sela sesi talkshow terkait kewirausahaan muda yang berlangsung hari ini di Jakarta.

Mengalahkan lebih dari 30 SMA dan SMK lainnya di tingkat nasional, perwakilan SMAN 3 Semarang berhasil membentuk perusahaan dan terpilih menjadi perwakilan Indonesia untuk berkompetisi di ajang Asia Pacific Company of the Year Award yang akan digelar di Tokyo, Jepang pada pertengahan Februari mendatang. Pada kompetisi ini, mereka akan bersaing dengan 19 sekolah dari 13 negara Asia Pasifik lainnya.

Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia mengatakan, “Sebagai institusi keuangan berskala global, Citi memiliki visi untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemajuan bagi para nasabah serta masyarakat dimana Citi beroperasi. Dukungan berkelanjutan yang kami berikan kepada program ‘Youth Entrepreneur Initiative’ merupakan wujud dari upaya kami dalam meningkatkan inklusi keuangan serta membuka kesempatan ekonomi bagi generasi muda Indonesia untuk mulai mengasah keahlian bisnis mereka sejak awal sehingga mampu bersaing dan sukses di kompetisi antar negara yang semakin ketat ini.”

Berdasarkan hasil survei ‘Accelerating Pathways’ yang dilakukan oleh Citi Foundation dan the Economist Intelligence Unit (EIU)[1] yang dirilis tahun lalu, dinyatakan bahwa pada tahun 2030, 60% penduduk dunia akan berada di kota dengan jumlah anak muda usia 15-25 tahun akan meningkat menjadi 100 juta jiwa. “Dengan peningkatan jumlah tersebut, generasi muda akan menjadi mesin penggerak utama dari geliat perekonomian dan memberi pengaruh ekonomi yang signifikan bagi perkembangan kota. Karenanya, Citi menaruh perhatian besar pada pemberdayaan generasi muda Indonesia, khususnya dalam memberikan kesempatan ekonomi yang lebih baik, salah satunya melalui kewirausahaan dan edukasi finansial,” papar Elvera N. Makki, Country Head Corporate Affairs Citi Indonesia.

Lanjutnya, “Program yang telah dilaksanakan selama tiga tahun ini telah memberikan dampak positif kepada lebih dari 27.000 pelajar di 85 SMA/SMK di 6 kota Indonesia. Kami percaya bahwa program ini dapat menjadi katalisator untuk mengakselerasi langkah mereka menuju dunia kewirausahaan. Persiapan yang dilakukan sedini mungkin dapat semakin membentuk karakter pebisnis yang mumpuni dan tangguh bagi generasi muda ini.”

Rob Gardiner, Management Advisor Prestasi Junior Indonesia (PJI) menambahkan “Generasi muda Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk meraih kesuksesan di bidang kewirausahaan. PJI memahami akan pentingnnya membuka kesempatan kepada generasi muda untuk dapat berkembang dengan meningkatkan kepercayaan diri, berpikir analitis, serta kemampuan berkomunikasi yang tepat. “

Melalui program YEI, para siswa dari berbagai SMA dan SMK di 6 kota di Indonesia yaitu, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar dan Medan mendapatkan kesempatan untuk mendirikan perusahaan siswa (student company), menjalankan tanggung jawab sesuai posisi yang ditetapkan, menetapkan strategi bisnis, hingga memasarkan produk andalan. Selama periode program, para siswa akan menerima arahan dunia kewirausahaan dan edukasi keuangan dari Prestasi Junior Indonesia dan karyawan Citi Indonesia yang tergabung dalam Citi Volunteers. Selain itu, para siswa juga dibekali dengan berbagai keterampilan dan wawasan yang bermanfaat untuk pengembangan usaha serta produk mereka agar lebih inovatif dan memiliki nilai jual.

Memadukan kreativitas pemasaran, perkembangan digitalisasi, serta inovasi produk yang diciptakan, siswa-siswi SMAN 3 Semarang yang menamakan perusahaan mereka Great Golden Ganesha (3G), berhasil keluar sebagai juara nasional pada program YEI periode 2015-2016. Produk trilogic coolturnesia merupakan tas serbaguna yang dapat dimanfaatkan menjadi 3 bentuk; ransel, jinjing dan selempang. Untuk mendapatkan potongan harga ketika membeli produk tersebut, konsumen diajak bermain dan mengumpulkan poin melalui game yang dapat diunduh melalui PlayStore.

“Kami berterimakasih dan senang sekali atas kesempatan yang diberikan oleh Citibank Indonesia dan PJI. Melalui serangkaian pembinaan dan edukasi keuangan yang diberikan oleh Citi Volunteers dan pengasahan kompetisi wirausaha, kami mendapatkan pengalaman yang sangat bermanfaat serta berhasil terpilih untuk  mewakili Indonesia di ajang Internasional. Great Golden Ganesha berharap agar usaha kami ini dapat memberikan inspirasi dan semangat bagi teman-teman wirausaha muda lainnya di Indonesia dan dengan keberangkatan kami ke kompetisi tingkat Asia Pasifik dapat membantu mengharumkan nama baik Indonesia di kancah dunia,” ungkap Carmelia Gaby Talia, 16 tahun, yang didaulat sebagai Vice President of Public Relation, Great Golden Ganesha Student Company.

“Melalui program kewirausahaan ini, kami berharap dapat membuka kesempatan ekonomi yang lebih baik bagi generasi muda Indonesia dan meningkatkan inklusi keuangan, sehingga Indonesia dapat semakin tumbuh menjadi bangsa yang kuat dan mandiri khususnya di bidang ekonomi.” tutup Batara.


[1] Survei dilakukan kepada 5.000 anak muda, usia 18-25 tahun, di 35 kota di seluruh dunia