Dunia PR saat ini sedang mengalami proses perubahan yang cukup revolusioner sejalan dengan berkembangnya teknologi komunikasi digital, salah satunya sosial media. Setiap orang sekarang dapat menyampaikan pendapat apapun melalui akun sosial medianya, baik berupa hal positif ataupun yang negatif. Bila orang tersebut memiliki teman yang ribuan atau bahkan jutaan di sosial medianya, jelas sedikit banyak celotehan orang ini akan dibaca oleh teman-temanya. Bayangkan betapa cepatnya efek ‘multiplier’ bila sebuah pendapat negatif tentang seseorang, suatu produk, perusahaan, partai atau organisasi tertentu bila orang yang berceloteh ini memiliki ribuan teman di akun sosial medianya.

Maka, fungsi PR bukan lagi hanya berhubungan dengan media akan tetapi langsung berhubungan dengan orang per orang. Betapa kompleksnya tantangan ke depan.

Namun bicara tentang membangun reputasi dan kepercayaan kepada publik, sejatinya rangkaian kata dan kalimat yang tertuang dalam pernyataan resmi, baik berupa press release ataupun statement ringkas melalui sosial media, tak akan banyak manfaat bila memang tidak ada tindakan nyata. Bila sebuah perusahaan menyatakan kepedulian tinggi akan kesehatan masyarakat, tentu tak akan banyak dipercaya bila ternyata masyarakat sekitar pabriknya justru mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat penyedotan air tanah yang sangat masif yang dilakukan oleh pabrik tersebut.

Meski teknologi berkembang pesat dan bahkan merubah ‘landscape’ dunia komunikasi namun kita tidak bisa meninggalkan cara-cara tradisional dalam membangun reputasi dan kepercayaan. Dimulai dari niat, komitmen dan perbuatan. Back to basic. (DaN 19022016)