Banyak komentar pakar politik mengatakan bahwa 2013 ini adalah Tahun Politik, disebabkan naiknya suhu politik jelang pilpres 2014 yad. Maka, segala intrik politik akan mencuat ke permukaan. Di awal tahun 2013 ini, ganjang-ganjing mulai dari kasus narkoba calon anggota PAN (yang kebetulan artis), kemudian gerakan mosi tidak percaya kepada AU sebagai ketua PD, dan yang terakhir di akhir Januari 2013 ini adalah kasus suap yang melibatkan Presiden PKS. Belum lagi nongol isu soal laporan pajak SBY sekeluarga yang ditengarai bermasalah. Huh, hiruk pikuk politik di Indonesia sangatlah jauh dari kesantunan, etika dan bahkan moral. Mari kita bayangkan, pusat pemerintahan direlokasi ke Pulau Buru. Biarlah di sana berkumpul para birokrat, anggota DPR dan para penegak hukum: jaksa agung dan hakim agung. Boleh ditambah lagi dengan mabes TNI dan polisi. Anda sudah bayangkan? Jakarta pasti lebih adem ayem, Jokowi dan Ahok pun bisa konsentrasi membangun Jakarta. Roda ekonomi berputar tanpa banyak gangguan dan polusi dari para politisi. Di jalan kita tak lagi dibuat kesal oleh mobil ajudan pejabat yang memaksa minta diberi jalan walau macetnya tak terkira. (DaN)