SUNSILK, lewat program Sunsilk Circle of Beauty tgl 16 Maret 2009 hadir ke Gunung Kidul dan Sleman untuk memulai kembali program pembekalan diri kepada para remaja perempuan yang kurang beruntung dengan menghadirkan Krisdayanti, Brand Ambassador Sunsilk, Chris Oey, Senior Brand Manager Sunsilk dan Bernadeta Widiandayani, dari Sanggar Padmaya guna memberikan motivasi agar mereka tetap semangat dalam meneruskan hidupnya walau putus sekolah.

Angka remaja putus sekolah di DIY menurut data BPS tahun 2005, mencapai 71% dimana dari angka tersebut mayoritas adalah remaja perempuan, hal ini sangat ironis di tengah statusnya sebagai kota pelajar. Kondisi ini makin memprihatinkan setelah gempa Yogyakarta 27 Mei 2007. Tidak hanya infrastruktur gedung dan bangunan sekolah yang roboh karena gempa, namun banyak anak yang tidak bisa bersekolah lagi, serta kondisi emosional masyarakat (remaja perempuan) korban gempa.

“Masalah remaja putus sekolah, adalah masalah kita bersama. Sunsilk, yang telah puluhan tahun menjadi bagian dari masyarakat Indonesia turut memiliki tanggung jawab sosial mengentaskan masalah ini melalui program Sunsilk Circle of Beauty yang telah dimulai sejak tahun 2005 hingga saat ini. Namun apa yang Sunsilk lakukan ini hanya menjawab sebagian kecil dari kenyataan sebenarnya,” ujar Chris Oey.

Sunsilk_SCOB_1_ Jogjakarta-2