Pada suatu percakapan siang hari saat jam makan siang, saya dapat pembelajaran baru dari pengalaman teman saya yang saat ini sedang diburu media infotaiment atas pemberitaan perceraian pasangan selebrities. Obrolan siang itu lebih untuk berdiskusi mengenai langkah apa yang sebaiknya ditempuh untuk meluruskan pemberitaan yang ada. Teman saya ini bukan jurnalis juga bukan orang PR seperti saya .

Namun pendapatnya tentang bagaiman medium blog bisa dipakai buat mengklarifikasi pemberitaan di media infotaiment membuat saya jadi berpikir betul juga ya. Awalnya saya bilang padanya, kalau kamu mau meluruskan berita ke media infotaiment kurang efektif kalau disampaikan lewat blog pribadi, karena tidak semua dari mereka memiliki kmudahan untuk akses internet walaupun harusnya sih zaman begini bukan jadi kendala lagi ya. Tapi so far yang saya tahu tidak disetiap kantor media infotaiment punya kemudahan dan keleluasaan untuk akses internet. Lagian teman-teman media infotaiment itu akan merasa lebih efektif kalau wawancara langsung. Lantas teman menjawab, ah percuma karena jadi parsial juga apa yang saya ceritakan nantinya dengan apa yang ditayangkan. Lalu saya timpali, memang begitulah sifat dan karakter medianya. Teman saya menjawab dengan keyakinan, ‘iya, tapi kalau saya sampaikan keterangan via blog, keaslian pernyataan selalu bisa diverifikasi oleh orang-orang yang peduli dengan kebenaran. Sekaligus bisa jadi uji efektifitas juga’. Hmmm, benar juga ya pendapatnya.

Kalau ternyata blog ini efektif kedepannya untuk jadi salah satu channel yang paling faktual dan akurat kenapa tidak saya jadikan media alternatif untuk mencari kebenaran ya. Ok deh teman, besok-besok kalau saya mau mencari kebenaran atas gosip sesuatu saya langsung cari blog yang bersangkutan, buat vari tahu kebenarannya. Daripada asik bergosip dan menebak ini itu mending langsung saja mampir ke blognya. Tapi pertanyaan saya berikutnya, apa sudah semua orang familiar dengan dunia blog ini? Ya, semoga saja selalu ada cara untuk menyampaikan kebenaran sekaligus juga mencari kebenaran. Terima kasih teman ku, semoga urusan mu dengan media infotainment cepat selesai ya. Jadi bisa leluasa lagi beraktifitas. Ditunggu obrolan bermanfaat berikutnya. (RiN)