Yang namanya slogan “keluarga kecil keluarga sejahtera” atau “bahagia” sudah sering saya dengar sejak sekolah dulu. Sebagai anak yang dibesarkan dialam orde baru yang memang banyak dijejali aneka propaganda pembangunan, mau tidak mau slogan di atas menempel di otak saya yang mulai pelupa ini .

Lain halnya dengan R&R, yang personilnya di bawah 20 orang ini dan berkantor di rumah sewaan, kami menganggapnya sebagai sebuah keluarga kecil yang besar. Kecil bila dibandingkan dengan jumlah personil di banyak perusahaan sejenis, tetapi besar bila dibandingkan dengan konsep keluarga kecil nya orde baru, yaitu “dua anak cukup”. Alhamdulillah, keluarga kecil yang besar ini masih mudah dikelola, hubungan personal antar personil relatif hangat, dan kalau di kantor berlaku motto 4L (Lu Lagi Lu Lagi).

Baru-baru ini salah seorang personil kami menikah dengan mempersunting seorang mojang priangan di Subang. Enaknya sebagai keluarga kecil, tak terlalu repot mengatur keberangkatan bersama dalam satu bus dan membuat acara outbound kecil-kecilan di daerah Lembang. Semuanya bisa dilakukan dalam satu hari, sehingga praktis, padat, murah dan meriah. Kalau melihat wajah-wajah di bawah ini tak terlihat ketegangan sama sekali meskipun tekanan pekerjaan sedang menggila. Semua berbaur dalam tawa tak peduli apapun posisinya di kantor. Time out memang diperlukan agar rutinitas sekejap terlupa. (DaN)