Konon sewaktu Bob Sadino jalan-jalan ke Taiwan, dia melihat kangkung dijual lengkap dengan akar-akarnya. Sepulang ke tanah air, dia minta staf di perkebunannya menanam kangkung untuk dijual di Kem Chicks lengkap dengan akar-akarnya, sambil tak lupa ditempeli tag: “Kangkung Taiwan”. Hasilnya? Laku keras, bahkan ada ibu yang mengatakan kalau “Kangkung Taiwan” di Kem Chicks jauh lebih enak dari kangkung lokal. Padahal, bibitnya 100% lokal. Om Bob cerdik, toh apa bedanya dengan sebuah warung di Jakarta yang menuliskan “Pempek Palembang”, “Bubur Manado” atau “Sate Madura”? (DaN)